// Prints all codes before tag. // Location: "views/general/header/_common.php" publisher_get_view( 'header', '_common', 'general' ); publisher_get_view( 'header', 'off-canvas', 'general' ); /** * Fires before ".main-wrap" start * * @since 1.9.0 */ do_action( 'publisher/main-wrap/before' ); // Activates duplicate posts removal temporarily for not counting posts inside mega menu publisher_set_global( 'disable-duplicate-posts', TRUE ); publisher_set_blocks_title_tag( 'p' ); ?>

Perkembangan Otak Anak Sampai Dengan Usia 8 Tahun

Perkembangan Otak Anak Sampai Dengan Usia 8 Tahun

Mam, perkembangan otak anak sejak lahir sudah memiliki tahapannya sendiri. Sejak anak lahir ke dunia, mereka akan menggunakan semua indera untuk merasakan lingkungan, bahkan anak-anak juga mulai mengembangkan rasa sebab-akibat yang didapatkan dari bagaimana cara orangtua mengasuh. Perkembangannya pun akan terus berkembang secara luar biasa di semua bidang seiring dengan pertambahan usianya.

Perkembangan otak anak terjadi sangat cepat, perkembangan tersebut sudah dimulai sejak anak masih berada dalam kandungan Mam, sampai dengan lahir ke dunia. Meskipun pembentukan sel otak hampir selesai sebelum anak lahir, tetapi pematangan otak, jalur saraf, serta koneksi secara progresif akan semakin berkembang setelah anak lahir.

Menariknya, 100 milyar sel otak akan langsung dimiliki oleh anak yang baru lahir. Otak akan mencapai setengah dari berat matangnya saat anak berusia 6 bulan. Akan terus berkembang mencapai 90% dari berat akhirnya sampai anak berusia 8 tahun.

perkembangan otak anak
                                                                                 perkembangan otak anak

Dan saat usia 8 tahun inilah yang akan menjadi periode kritis dalam perkembangan, karena berbagai keterampilan motorik, kognitif, emosional, dan pertumbuhan fisik akan terjadi pada anak. Usia 8 tahun ini juga merupakan periode perkembangan bagi anak, di mana lingkungan memiliki peranan penting bahkan berpengaruh dalam menentukan perkembangan dan pertumbuhan otak dan sistem saraf pusat.

Lingkungan juga tidak hanya mempengaruhi jumlah sel otak dan jumlah koneksinya, tetapi juga cara koneksinya tersambung. Oleh sebab itu, dukungan dari orangtua dan lingkungan pada usia ini harus sangat diperhatikan. Karena lingkungan sekitar yang dirasakan oleh indera anak dapat memberikan pengalaman yang mempengaruhi perkembangan otak anak. Yang akan mencakup suara, sentuhan, penglihatan, penciuman, makanan, pikiran, obat, cedera, penyakit, dan faktor lainnya.

Beberapa peneliti dan bukti ilmiah turut menunjukkan bahwa apabila otak tidak menerima rangsangan yang tepat selama periode kritis ini, akan sangat sulit untuk otak “menyambungkan” kembali dirinya di lain waktu. Kecukupan gizi turut menjadi faktor lainnya untuk perkembangan otak, agar tidak menyebabkan gangguan neurologis dan perilaku.

Ajak anak bermain dan meng-explore sekitar, hindari stress pada anak agar tidak terjadi stress berlebih yang pada akhirnya dapat menghambat pertumbuhan anak, bahkan membuat anak mengalami kesulitan dalam perkembangan kognitif, perilaku, dan emosi yang tidak stabil di masa depannya nanti.

Berikan anak lingkungan dan gizi yang baik pada awal kehidupannya sampai mereka berusia 8 tahun untuk mengoptimalkan perkembangan otak anak. Dan rangsangan yang dapat Mam berikan pada anak untuk mengembangkan otak mereka salah satunya adalah dengan bermain bersama. Dengan rangsangan pembelajaran tersebut dipercaya akan meningkatkan fungsi otak.